INFORMASI RISET DAN INOVASI · Pekalongan ·
Informasi BRIN Pekalongan PORTAL INFORMASI RISET DAN INOVASI

BRIN Kaji Enzim Lakase untuk Pengolahan Limbah Batik Pekalongan

Penelitian enzim lakase berbasis biodiversitas Indonesia membahas metode bioremediasi zat warna tekstil, termasuk penerapan myco-LECA pada limbah batik di Pekalongan.

Ilustrasi riset mengenai BRIN Kaji Enzim Lakase untuk Pengolahan Limbah Batik Pekalongan; bukan foto dokumentasi langsung
Foto ilustrasi dari aset referensi master V7; bukan dokumentasi langsung kegiatan. Hak cipta milik pemegang hak terkait.

BRIN mempublikasikan penelitian enzim lakase yang dihasilkan mikroorganisme dan jamur sebagai salah satu pendekatan bioremediasi lingkungan. Penelitian mengkaji kemampuan enzim membantu menguraikan sejumlah senyawa pewarna dalam air limbah tekstil.

Dalam publikasinya, BRIN menjelaskan pengembangan sistem imobilisasi jamur penghasil lakase pada light expanded clay aggregate (LECA), yang dikenal sebagai myco-LECA. Metode itu dilaporkan telah diaplikasikan pada limbah batik di Pekalongan dan juga diuji untuk limbah tekstil di wilayah lain.

Pekalongan memiliki ekosistem kerajinan batik yang penting. Pengolahan limbah pewarna merupakan tantangan lingkungan yang relevan bagi pelaku industri, masyarakat, dan pemerintah setempat. Penerapan teknologi baru harus tetap menyesuaikan kondisi limbah serta ketentuan lingkungan.

Tulisan ini merangkum hasil riset yang dipublikasikan BRIN; bukan pernyataan bahwa semua usaha batik di Pekalongan telah mengadopsi teknologi tersebut.

Sumber dan verifikasi

Tulisan ini adalah rangkuman independen. Untuk data lengkap, tanggal, dan konteks penelitian, baca sumber primer.

Baca sumber asli