Penelitian yang dimuat dalam Jurnal Teknologi Lingkungan, terbitan jurnal BRIN edisi Januari 2025, mengkaji perubahan garis pantai pesisir Kota Pekalongan pada periode 2016 sampai 2022. Peneliti menggunakan data citra satelit Sentinel-2 dan Digital Shoreline Analysis System (DSAS).
Hasil penelitian menunjukkan perubahan garis pantai akibat abrasi dan akresi di sejumlah lokasi. Wilayah Bandengan termasuk area yang mengalami abrasi signifikan, sedangkan area lain mengalami penambahan sedimen atau akresi.
Penelitian ini membantu menjelaskan dinamika pesisir yang dapat berkaitan dengan erosi, genangan rob, dan perubahan kondisi lingkungan permukiman. Hasil kajian historis tersebut perlu dipadukan dengan data lapangan terbaru saat digunakan dalam perencanaan mitigasi.
Artikel ini merupakan ulasan editorial atas penelitian yang diterbitkan melalui jurnal BRIN, bukan laporan penelitian lapangan baru tahun 2026.
Sumber dan verifikasi
Tulisan ini adalah rangkuman independen. Untuk data lengkap, tanggal, dan konteks penelitian, baca sumber primer.